Future Defender
Isu Sosial
[SUMBER PRIMER]

Kasus Bullying Sekolah Indonesia Naik

Ringkasan

KPAI catat 1.052 kasus perundungan sepanjang 2025 dengan 26 anak meninggal dunia; kasus di sekolah naik dari 573 (2024) jadi 601 hingga November 2025.

Tren Perundungan (Bullying) di Sekolah Indonesia

[SUMBER PRIMER] Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 1.052 kasus perundungan sepanjang tahun 2025, dengan 16% dari total kasus tersebut terjadi di lingkungan sekolah. Dari lebih dari 2.500 aduan kekerasan terhadap anak yang masuk ke KPAI sepanjang 2025, hampir 37,5% terjadi di lingkungan satuan pendidikan — sebagian besar berupa perundungan dan kekerasan di sekolah.

1.052Kasus perundungan tercatat KPAI sepanjang 2025
26Anak meninggal dunia akibat insiden perundungan (2025)
601Kasus kekerasan di sekolah tercatat JPPI hingga November 2025

[SUMBER PRIMER] Tren tahunan menunjukkan kenaikan tajam: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 285 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan pada 2023, melonjak menjadi 573 kasus pada 2024 — naik lebih dari dua kali lipat. Hingga November 2025, total kasus sudah mencapai 601, melampaui total kasus sepanjang tahun 2024 sebelum tahun itu sendiri berakhir. Sepanjang Januari-Oktober 2025, KPAI mencatat 61 anak menjadi korban perundungan di sekolah.

[SUMBER PRIMER] Dua survei Kemendikbud memberi gambaran skala dari sisi berbeda: Survei Kekerasan Sekolah (SKS) 2023 mencatat 30% siswa usia 10-18 tahun mengalami perundungan (naik dari 28% pada 2021), dengan rincian 15% mengalami perundungan siber dan 18% perundungan fisik. Sementara itu, survei berbasis data sekolah (Rapor Pendidikan) mencatat 24,4% sekolah punya potensi risiko perundungan yang tergolong tinggi.

[ANALISIS SAA] Kerangka SAA membaca sejajarnya angka perundungan siber (15%) dengan perundungan fisik (18%) sebagai indikasi bahwa dimensi digital dari perundungan kini nyaris setara dengan bentuk konvensionalnya — bukan lagi sekadar tambahan, melainkan kanal yang hampir sama besar dampaknya. Ini menghubungkan isu perundungan langsung dengan pola eksposur media sosial yang jadi fokus utama riset SAA di kanal lain.

[ESTIMASI] Dengan tren 601 kasus yang sudah tercatat hanya sampai November 2025 — melampaui total 573 kasus sepanjang 2024 — SAA memperkirakan angka final tahun 2025 kemungkinan berada di kisaran 620-650 kasus jika laju pelaporan Desember mengikuti pola bulan-bulan sebelumnya. Angka ini akan dikoreksi begitu data resmi tahun penuh 2025 dipublikasikan.

Tanya Jawab

Berapa banyak kasus bullying di sekolah Indonesia tahun 2025?

KPAI mencatat 1.052 kasus perundungan sepanjang 2025 (16% di lingkungan sekolah), sementara JPPI mencatat 601 kasus kekerasan di sekolah hingga November 2025 — sudah melampaui total 573 kasus sepanjang tahun 2024.

Apakah kasus bullying di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun?

Ya. Data JPPI menunjukkan kenaikan dari 285 kasus (2023) menjadi 573 kasus (2024) — naik lebih dari dua kali lipat — dan sudah melampaui angka itu hanya dalam 11 bulan pertama 2025.

Apa bedanya bullying siber dan bullying fisik menurut data Kemendikbud?

Survei Kekerasan Sekolah (SKS) 2023 mencatat 18% siswa usia 10-18 tahun mengalami perundungan fisik dan 15% mengalami perundungan siber — dua angka yang kini nyaris setara, menandakan bullying online bukan lagi masalah kecil dibanding bullying tatap muka.

Apakah ada anak yang meninggal akibat bullying di Indonesia?

Ya. KPAI mencatat 26 anak meninggal dunia akibat insiden perundungan sepanjang tahun 2025, dengan 61 anak tercatat menjadi korban perundungan di sekolah pada periode Januari-Oktober 2025.

[Iklan]Commercial Space

Dispatch Terkait

Isu Sosial[ANALISIS SAA]

Haji 2025 vs 2026: Reformasi Kemenhaj, Membaik di Mana?

Haji 2025 diwarnai chaos hotel dan hoaks umroh gratis yang menyasar lansia; Haji 2026 membaik di sebagian besar indikator. Perbandingan dua musim ini juga menyingkap pola hoaks berkedok travel yang terus berulang di media sosial.

Baca →